global warming
| Salah satu peristiwa unik di dunia ini, mungkin sedikit yang tahu di Indonesia, tapi bagi orang-orang yang tinggal di Belahan Bumi Utara, hal ini sudah biasa. Permafrost adalah kejadian di mana suhunya begitu dingin sehingga tanah pun membeku. Dan pembekuan ini terjadi secara permanen. |
Quote:
| Sejumlah ilmuwan Denmark dan Norwegia menyatakan mencairnya struktur padat tanah membeku atau permafrost dapat melepaskan asam nitrat, salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Kesimpulan ini diambil setelah mereka melakukan penelitian di kawasan Zackenberg, sebelah timur Greenland. Pencairan permafrost terjadi pada 25 persen lahan di Greenland, kawasan Arktik. Angka ini lebih tinggi 20 kali ketimbang di hutan tropis. Asam nitrat adalah gas rumah kaca ketiga yang paling penting yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Gas lainnya adalah karbon dioksida dan metana. Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim mengatur pembatasan gas-gas rumah kaca di atmosfer. Gas ini berasal dari kegiatan manusia di sektor pertanian, antara lain pemakaian pupuk berbasis nitrogen dan penggunaan bahan bakar fosil. Selain itu juga dari sumber-sumber alam seperti mikroba di hutan basah tropis. Para ilmuwan mengatakan penelitian yang lalu memperhitungkan pelepasan karbon dioksida dan metana dari lapisan es yang mencair. Sementara asam nitrat tetap terkunci di dalam lapisan itu. Namun kejenuhan kembali tanah yang kering oleh lapisan es yang mencair, menghasilkan produksi asam nitrat 20 kali lebih banyak. Hampir sepertiga asam nitrat, yang dihasilkan dalam proses ini terlepas ke atmosfir. |
Quote:
| Sekitar seperempat daratan Belahan Bumi Utara adalah permafrost, yang berarti tanah bersuhu di bawah 0 derajat C (32 derajat F) selama setidaknya dua tahun. Permafrost dikenal dari lapisan permukaan aktif, membentang di manapun dari beberapa sentimeter hingga beberapa meter di bawah tanah, yang meleleh selama musim panas dan membeku kembali di musim dingin. Lapisan permafrost yang lebih dalam tetap beku permanen. Lapisan aktif sangat sensitif pada perubahan iklim, runtuh ke bawah ketika temperatur udara permukaan naik. Permafrost yang lebih dalam tak pernah meleleh sejak zaman es terakhir, lebih dari 10.000 tahun yang lalu, dan tidak akan terkena dampak pemanasan global di abad-abad selanjutnya. Membangun bangunan di atas permafrost sulit karena suhu bangunan (atau pipa) bisa melelehkan permafrost dan tenggelam. Masalah ini punya tiga solusi: gunakan pondasi kayu; bangun di tanah kerikil padat (biasanya 1-2 meter tebalnya); atau gunakan pipa panas amonia. Sistem Pipa Trans-Alaska menggunakan pipa panas terinsulasi untuk mencegah pipa ini tenggelam. Rel Qingzang di Tibet dibangun menggunakan berbagai metode agar tanah tetap dingin. Bila permafrost meleleh, maka lapisan permukaan aktif akan runtuh ke bawah. Di Institut Riset Permafrost di Yakutsk, Rusia, diketahui bahwa tenggelamnya bangunan besar ke bawah (hal biasa bagi suku Yakuts sebelum Yakutsk didirikan) bisa dicegah menggunakan riang pancang yang ditanam 15 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, temperatur tidak berubah seiring musim, tetap -5 °C (23F). Di bawah permafrost, terdapat bom waktu iklim yang bisa saja meledak. Metana, sebuah gas 23 lebih kuat daripada karbon dioksida. Bila permafrost meleleh, pelepasan metana dapat mengakibatkan efek rumah kaca semakin tak terkendali dengan konsekuensi tak terbayangkan. |
Quote:
Metana Metana adalah gas rumah kaca yang sangat berbahaya dan kebanyakan metana di dalam atmosfer bersumber dari daerah-daerah tundra di seluruh dunia, dan yang paling signifikan adalah di daerah kutub. Sejauh ini, para ilmuwan telah meyakini bahwa tundra mengemisikan paling banyak gas metana ke dalam atmosfer selama bulan-bulan musim panas. Namun, hasil-hasil baru menunjukkan bahwa alam mempunyai cara lain untuk meningkatkan emisi gas rumah kaca tersebut. Para ilmuwan telah mempelajari bahwa pada permulaan pembekuan selama bulan-bulan musim gugur, suhu juga memaksa sejumlah gas-gas rumah kaca keluar dari tundra. Pernyataan ini dibuat di stasiun penelitian Zackenberg di timur laut Greenland. |








0 Response to "global warming"
Posting Komentar